Cold booting adalah proses untuk menghidupkan  komputer dari shutdown atau keadaan mati  dan mengaturnya ke kondisi kerja normal (Kondisi Hidup). Booting Dingin ini juga mengacu pada proses umum untuk memulai komponen perangkat keras dari komputer, laptop atau server ke titik di mana sistem operasinya dan semua aplikasi dan layanan startup diluncurkan.

Cold Booting juga dikenal sebagai hard boot, cold start atau dead start.

Pada dasarnya, Booting terbagi menjadi 2 yaitu Cold Boot dan Warm Boot. Warm boot adalah mengacu pada restart komputer setelah dihidupkan.

Baik Cold boot dan warm boot sama-sama menghapus data sementara pada  RAM dan melakukan urutan booting dari awal. Namun, tidak seperti Cold Boot, Warm Boot  mungkin tidak menghapus semua cache sistem, yang menyimpan informasi sementara. Selain itu, Cold Boot  menjalankan “power on self test” (POST), yang menjalankan serangkaian pemeriksaan sistem di awal urutan boot.

Walaupun Warm Boot dan Cold Boot serupa, Cold Boot melakukan reset sistem yang lebih lengkap daripada Warm Boot. Karena itu, jika Anda memecahkan suatu  masalah yang terjadi pada komputer Anda, Anda mungkin diminta untuk mematikan komputer Anda sepenuhnya dan melakukan Cold Boot. Hal Ini untuk memastikan semua data sementara dihapus dari sistem Anda, yang dapat membantu menghilangkan masalah yang mempengaruhi komputer Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here