Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Teori Warna Agar Bisa Mendapatkan Hasil Foto yang Bagus

0

Warna adalah salah satu elemen fotografi yang paling penting, tetapi juga salah satu hal yang paling canggung untuk dipelajari bagaimana menggunakannya dalam foto Anda. Tidak seperti mengendalikan kamera Anda, ini bukan keterampilan mekanis yang dapat Anda kuasai dengan sedikit latihan. Warna membutuhkan teori untuk dipahami, jadi mari kita mulai untuk mengetahui tentang hal yang penting pada teori warna .

Mengapa Warna itu Penting dalam sebuah photo ?

 Manusia dapat membedakan sekitar satu juta warna yang berbeda, dan itu adalah bagian besar dari cara kita melihat duni dan perubahan halus pada warna wajah seseorang adalah bagian dari apa yang memberi tahu kita apakah mereka bahagia, malu, atau marah.

Tapi warna bukan hanya hal yang fungsional. Manusia menempatkan makna emosional yang besar pada warna yang berbeda. Ada seluruh bidang psikologi yang dikhususkan untuk mempelajari bagaimana hal-hal seperti warna ruangan tempat kita berada dapat memengaruhi suasana hati dan sikap kita. Foto yang lebih hangat tampak lebih menarik, sementara gambar yang lebih dingin dan lebih biru memiliki getaran yang berbeda dan lebih angkuh. Dan tentu saja, warna yang menarik akan terlihat bagus.

Komponen Pada Warna

Ada beberapa model warna yang berbeda, tetapi yang paling berguna untuk fotografi disebut HSL (hue, saturation, lightness) . Ini berbeda dari model warna Primary/Secondary/Tertiary yang mungkin Anda pelajari di sekolah. Di HSL, setiap warna memiliki tiga komponen utama: Hue (atau warna), Saturation-nya (atau seberapa intens warnanya), dan Lightness nya (atau seberapa cerah warnanya).

Menggunakan HSL

Meskipun jauh dari model warna yang sempurna dari yang lainnya, HSL sangat bagus untuk fotografer, karena memberikan kita cara untuk mempertimbangkan warna secara individual atau bersama-sama. Banyak skema warna umum didasarkan pada roda warna rona: Warna analog adalah warna yang duduk bersebelahan, seperti merah dan jingga, biru dan sian, atau biru dan hijau. Warna-warna komplementer adalah warna-warna yang letaknya berhadapan langsung, seperti kuning dan biru dan merah dan cyan. Dan kemudian ada skema warna yang lebih canggih, seperti triadik, kuadratik, dan komplementer split, yang akan kita bahas di artikel lain.

Menerapkan Penggunakan Warna pada Foto Anda

Sekarang setelah Anda memahami dasar-dasar teori warna, mari kita lihat praktiknya.

1. Gambar Monokrom

Image by : pixabay.com

Gambar monokrom adalah gambar yang terdiri dari satu rona, dengan variasi saturasi dan kecerahan. Gambar hitam-putih adalah foto “monokrom” klasik, tetapi Anda dapat memiliki gambar monokrom dengan warna apa pun.

2. Gambar Tonal

Image by : pixabay.com

Gambar tonal menggunakan warna analog, yaitu warna yang duduk bersebelahan pada roda warna. Hijau dan biru, dengan mungkin sedikit kuning, adalah hal yang sangat umum terutama dengan gambar lanskap. Warna-warna tersebut sering muncul bersamaan di alam, sehingga mudah digunakan.

3. Gambar Pelengkap

Image by : pixabay.com

Warna komplementer membuat foto Anda menjadi terbaik. Contoh klasiknya adalah matahari terbenam oranye di atas laut biru tua, tetapi lihat roda warna dan Anda akan melihat bahwa Anda memiliki selusin atau lebih pasangan warna. Lihat saja bagaimana green bekerja dengan magenta dalam bidikan ini sangat menakjubkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here