Apa Itu Nomor CVV, CVC, SPC,CSC dan CID pada Kartu Kredit dan Apa Fungsinya ?

0

CVV adalah kependekan dari Card Verification Value , Jika Anda sering melakukan transaksi menggunakan kartu kredit mungkin hal ini sudah tidak asing lagi bagi Anda.Terlebih lagi jika Anda menggunakan kartu kredit saat belanja online biasanya saat melakukan pembayaran Anda akan diminta untuk memasukkan nomor CVV kartu Anda.

Nomor CVV pada kartu kredit memiliki lapisan perlindungan ekstra yang membantu melindungi Anda dari penipuan kartu kredit yang belakangan kerap terjadi. Di Indonesia sendiri kartu kredit umumnya menggunakan Mastercard & Visa, yang terdiri dari tiga digit CVV, dan terletak di bagian belakang kartu di dekat tanda tangan.

Namun ada juga kartu kredit yang memiliki kode CVV sebanyak empat digit. Contohnya saja pada kartu American Express, kode CVV terdiri dari empat digit dan terletak di bagian depan kartu.  

Untuk nama CVV ini juga memiliki nama yang berbeda beda di dunia, berikut adalah informasinya :

  • CVV: Card Verification Value  (Nilai Verifikasi Kartu). biasanya digunakan oleh Visa.
  • CVV2: Card Verification Value  (Nilai Verifikasi Kartu) 2. biasanya digunakan oleh Visa.
  • CVC: Card Validation Code (Kode Validasi Kartu), digunakan oleh Mastercard.
  • CVC2: Card Validation Code (Kode Validasi Kartu) 2, digunakan oleh Mastercard.
  • SPC: Signature Panel Code, istilah umum untuk kode keamanan.
  • CSC: Card Security Code (Kode Keamanan Kartu), digunakan oleh kartu American Express.
  • CID: Card Identification Code (Kode Identifikasi Kartu), digunakan dengan beberapa kartu American Express dan Discover.

Karena nomor CVV ini bersifat sebagai keamanan ekstra, maka Anda tidak boleh sembarangan memberikan informasi nomor CVV Anda. Penggunaan CVV dalam memverifikasi pembelian bersifat opsional, sehingga dapat kita jumpai pada sebagian emommerce masih dapat memproses pembayaran tanpa harus memasukkan kode CVV. Itu berarti vendor tersebut juga dapat menyimpan informasi kartu kredit dan tetap memproses pembayaran. Tetapi ketika pengecer memintanya, itu adalah satu lagi lapisan keamanan terhadap peretasan basis data online.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here